Penyakit Lupus pada Ibu Hamil Harus Diperhatikan

Penelitian yang pernah dilakukan American Autouimmune Related Disease Association, mengungkapkan bahwa lupus 90% terjadi pada wanita dan 75% penderita pertama lupus adalah ibu hamil. Penuturan tersebut tentunya akan membuat para ibu hamil dan penderita lupus lainnya merasa khawatir. Apalagi jika mengingat bahwa lupus merupakan penyakit autoimun yang berarti bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri karena dianggap sebagai ancaman oleh antibodi tubuh.

Selain itu, gejala lupus beragam cenderung sulit dikenali dan membutuhkan waktu diagnosa yang lama. Pada ibu hamil pun, gejala khas lupus bisa muncul, yaitu munculnya ruam merah pada bagian tulang hidung yang menyerupai kupu-kupu.

Lupus Pada Kehamilan

penyakit lupus pada kehamilan

Penelitian mengungkapkan bahwa ibu hamil yang menderita lupus, kemungkinan akan mengalami gangguan, namun dalam skala yang kecil. Dan riset menunjukan jika sudah banyak ibu hamil penderita lupus yang bisa hamil dengan aman asalkan rajin memeriksakan diri dan kandungan pada dokter. Terkecuali bagi mereka yang memiliki risiko gangguan kesehatan lainnya bisa memicu gangguan maksimal 20%. Sedangkan untuk gangguan lainnya hanya kisaran 8-10%.

Penyakit lupus juga bukan penyakit keturunan, sehingga ibu hamil yang memiliki lupus, sang anak dalam kandungan tak akan memiliki risiko penyakit lupus yang sama. Bayi dalam kandungan dan kelak ketika lahir akan selalu sehat, ketika ibu selalu rutin melakukan pemeriksaan yang tepat. Inilah alasan mengapa penyakit lupus pada ibu hamil harus diperhatikan.

Pemeriksaan secara berkala saat kehamilan perlu dilakukan untuk menurunkan risiko komplikasi lupus pada bayi yang akan dilahirkan nantinya. Dokter akan teratur memeriksa detak jantung serta pertumbuhan janin dalam kandungan untuk menurunkan risiko kelahiran prematur. Bayi yang dilahirkan dari ibu penderita lupus akan memiliki ruam sementara pada tubuhnya sampai usia 3 atau 6 bulan, dan setelah itu ruam akan menghilang.

Ketika masuk pada waktu menyusui, pemeriksaan harus terus dilakukan untuk mendeteksi dan mengurangi risiko penyakit lupus pada bayi. Ibu pun akan dengan aman memberikan ASI pada sang buah hati. Namun untuk ibu yang mengonsumsi obat lupus atau obat-obatan lainnya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Dengan arahan yang diberikan dokter selama kehamilan pada ibu penderita lupus, ibu jangan khawatir, karena dokter dan ijin dari Yang Maha Kuasa semuanya akan baik-baik saja. Ibu akan kembali sehat, sang buah hati pun bisa selalu sehat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *