Mengenal Jenis-jenis Penyakit Lupus

Lupus yang menjadi salah satu penyakit autoimun paling diwaspadai ini memiliki risiko lebih tinggi menyerang wanita dibandingkan dengan pria, khususnya pada usia 15-50 tahun. Di Indonesia sendiri jumlah penderita lupus pada tahun 2012 mencapai 12.700 orang yang kemudian terus mengalami peningkatan sampai sekarang, menurut Yayasan Lupus Indonesia (YLI).

Sebelum melangkah pada konsumsi obat lupus yang banyak direkomendasikan, alangkah baiknya jika anda tahu lebih dalam, bahwa penyakit lupus memiliki 3 jenis atau tipe, yaitu Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE), Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE) dan Lupus akibat penggunaan obat. Berikut penjelasan lebih lengkapnya !

Jenis-jenis Penyakit Lupus

jenis-jenis penyakit lupus

1. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

Lupus jenis ini merupakan jenis umum yang paling dikenal masyarakat dengan tingkat gejala yang berbeda-beda, dari yang ringan sampai kronis. Gejala tersebut pun bisa datang tiba-tiba, berkembang perlahan, serta bertahan lama atau sementara, namun akhirnya kambuh kembali.

Gejala ringan SLE biasanya penderita akan merasakan nyeri serta lelah berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini menyebabkan penderita SLE dapat merasa tertekan, cemas, depresi, walau dengan gejala yang masuk kategori ringan.

2. Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE)

Lupus jenis ini dikenal hanya menyerang bagian kulit saja, namun rupanya ia juga bisa menyerang jaringan dan organ tubuh lainnya. Gejala yang ditimbulkan umumnya seperti ruam merah pada kulit yang akan menebal kemudian berubah jadi bekas luka, ruam merah serta bulat bersisik, rambut rontok, bahkan sampai pitak permanen. DLE ini biasanya bisa dikontrol dengan cara menghindari paparan sinar matahari langsung serta obat-obatan.

3. Lupus akibat penggunaan obat

Salah satu efek samping pada obat-obatan tertentu yang dikonsumsi mirip dengan gejala lupus seperti ruam pada kulit. Ada sekitar 100 jenis obat yang memiliki efek samping seperti itu. Gejalanya tersebut bisa hilang ketika anda sudah tak mengonsumsi obat-obatan tertentu. Namun, setelah itu, jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter agar kondisi tubuh bisa dipastikan baik atau masih membutuhken perawatan.
Kondisi penyakit lupus dalam berbagai jenis ini harus segera mendapatkan penanganan dengan pengobatan lupus yang tepat. Karena jika tidak, penderita rentang terhadap ancaman infeksi serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *