Jenis-jenis Penyakit Autoimun yang Sering Ditemui

Mengingat apa yang telah dikatakan pada artikel sebelumnya, bahwa penyakit autoimun ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang balik menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Dan jenis dari penyakit autoimun ini tak hanya ada satu, bahkan ada 80 jenis panyakit autoimun yang sebagian memiliki gejala sama.

Meskipun ada banyak jenisnya, namun kebanyakan dari mereka belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Dan untuk itu, anda perlu mengetahui secara jelas apa saja penyakit yang masuk ke dalam daftar jenis-jenis penyakit autoimun, terutama yang sering ditemui.

6 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Ditemui

jenis jenis penyakit autoimun
Nah, berikut ini kami sampaikan beberapa jenis penyakit autoimun yang paling sering ditemui dalam kehidupan, di antaranya :

Rheumatoid arthritis

Siapa yang menyangka jika cikal bakal dari penyakit yang satu ini adalah adanya gangguan sistem kekebalan tubuh. Antibodi yang diproduksi justru malah menyerang pelapis sendi yang kemudian menimbulkan peradangan, pembengkakan, serta nyeri.

Lupus

Penyakit Lupus mengakibatkan seseorang mengembangkan antibodi yang berbalik menyerang hampir seluruh jaringan pada tubuh. Beberapa bagian tubuh yang sering diserang adalah paru-paru, sendi, jaringan saraf, serta ginjal.

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 2 biasanya akan terdiagnosa sejak anda berusia anak-anak atau menjelang dewasa awal. Penyakit ini disebabkan oleh serangan sistem kekebalan tubuh pada sel-sel pankreas yang mempunyai peran dalam produksi insulin. Kondisi ini akan mengakibatkan terganggunya produksi insulin dan membuat tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula darah.

Diabetes tipe 1 yang tak diatasi dengan baik, akan berlanjut pada gangguan tubuh yang lebih serius seperti kebutaan, gagal ginjal, penyakit jantung, bahkan stroke.

Baca juga : Makanan yang Baik dan Tidak Baik Bagi Penderita Lupus

Psoriasis

Psoriasis terjadi akibat sel darah sistem kekebalan tubuh, yaitu sel-T terlalu aktif. Sel-T yang berkumpul pada bagian kulit tertentu, mengakibatkan rangsangan kulit agar reproduksi berjalan dengan segera di luar jadwal yang seharusnya. Kondisi ini menyebabkan kulit berwarna keperakan serta bersisik.

Gangguan kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif ini akan memicu gangguan pada aktivitas seperti sulit tidur, mudah emosi, berat badan yang menurun, periode haid yang tak teratur (istri), tremor, otot lemah, serta mata yang menonjol pada sebagian kasus. Untuk mengatasi gangguan ini, biasanya penderita akan diberikan pil radioaktif iodium yang bertugas untuk membunuh sel-sel tiroid terlalu aktif.

Multiple Sclerosis (MS)

Penyakit ini dikenal sebagai penyerangan sistem kekebalan tubuh terhadap sel-sel saraf. Gejalanya bisa berupa rasa nyeri, kebutaan, kejang otot, dan gangguan koordinasi tubuh. Di samping itu, gejala lainnya juga bisa muncul, seperti mati rasa, tremor, sulit bicara, sampai kelumpuhan. Terapi fisik atau okupasi bisa menjadi solusi dalam membantu pasien untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.

Selain penyakit-penyakit di atas, alergi menjadi penyakit autoimun yang paling umum. Biasanya disebabkan oleh paparan alergen seperti debu, bulu binatang, serbuk bunga, asap, makanan, dll. Penanganan yang anda lakukan untuk mengatasi gangguan penyakit autoimun ini menjadi hal yang sangat penting setelah mengetahui lebih jelas bagaimana jenis-jenis penyakit autoimun yang sering ditemui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *